Ini 5 Resiko Berinvestasi Uang Virtual Bitcoin, Masih Berani? - Artikel Penting ID

Sunday, 17 December 2017

Ini 5 Resiko Berinvestasi Uang Virtual Bitcoin, Masih Berani?


Belakangan ini "Bitcoin" benar-benar melejit, karena memang uang virtual ini memiliki nilai yang tinggi. Saat ini (17 Desember 2017), 1 Bitcoin dihargai sekitar 250 juta rupiah. Nilai yang sangat fantastik bukan?

Beberapa negara sudah menyadari akan bahaya Bitcoin. Betapa tidak, mata uang digital ini sangat fluktuatif. Artinya apa? Nilai mata uang ini sangat cepat untuk berubah.

Selain Eropa, Pemerintah China juga sudah melarang perbankan setempat untuk memproses seluruh transaksi yang berhubungan dengan Bitcoin. Pasalnya, mata uang digital ini sangat populer di China dan jumlah penggunanya terus bertambah.



Tapi tidak semua pemangku kebijakan memandang negatif Bitcoin. Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve, Ben Bernanke, menilai Bitcoin bisa jadi alat tukar yang berguna, jika saja bisa diatur dengan baik dan disalahgunakan untuk tindak pencucian uang seperti selama ini.

Yang diuntungkan dari fluktuasi nilai Bitcoin ini adalah investor, sedangkan pemerintahnya was-was. Karena selama ini dedemit dunia maya memakai Bitcoin untuk kegiatan ilegal, seperti cuci uang atau jual beli narkoba dan senjata.


Berikut 5 Bahaya Bitcoin :
1. Uang Tidak Aman
Uang virtual Bitcoin adalah mata uang internasional yang unik, dapat menjadi investasi lebih menguntungkan dalam kasus jika terjadi pelemahan ekonomi besar. Pertukaran mata uang dilakukan diam-diam antara individu, tanpa kebutuhan untuk membayar biaya, pajak dan PPN.

Namun, modal tidak dijamin karena mata uang virtual tidak dikeluarkan oleh bank sentral. Tidak seperti investasi tetap, di mana setiap jumlah yang disimpan biasanya dijamin oleh negara. Tidak heran bila investor di Bitcoin dapat kehilangan uang setiap saat.

2. Mata Uang Tidak Stabil
Seperti dijelaskan di atas, Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral. Investor mungkin menghadapi ketidakstabilan ekstrem. Ada risiko yang dapat menimbulkan bahaya cukup besar untuk seluruh investasi.

Kita tidak bisa secara akurat memperkirakan harga Bitcoin dari tahun ke tahun. Karena uang berada di internet. Investor dapat meraih atau kehilangan uang setengah dari modal yang diinvestasikan hanya beberapa jam.

Baca Juga : Cara Mudah Mendapatkan Banyak Followers Tertarget OnlineShop Di Instagram

3. Cybercrime
Virtual di Bitcoin juga dapat diterjemahkan sebagai ancaman bagi investor. Investasi yang diwujudkan melalui nomor virtual menjadi mangsa mudah bagi penjahat dunia maya atau cybercrime. Sebagai contoh, pasar terbesar di Jepang Bitcoin MtGox telah di-hack oleh "cybermalfrats" pada tahun-tahun terakhir. Sejak saat itu, perusahaan telah kehilangan sekitar 750.000 Bitcoin.

4. Pengunaan Terbatas
Ada beberapa situs komersial yang menerima Bitcoin sebagai pembayaran. Setiap saat, investor dapat menghabiskan Bitcoins secara online, terutama dengan untuk game virtual, seperti poker online dan slot mesin. Namun, mata uang ini tidak bisa digunakan dalam hal nyata, seperti membeli mobil atau pakaian. Ini karena dealer dan pemilik toko jarang percaya Bitcoin sebagai metode pembayaran.

5. Bahaya Bagi Negara
Menurut ekonom, investasi di Bitcoin adalah desentralisasi, dan bahkan dapat membahayakan tingkat demokratis serta fiskal. Pertukaran bebas tanpa biaya atau pajak dapat dikonversi menjadi fluktuasi besar.

Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/5a32c2b06208818c2d8b4569/beware--yakin-bitcoin-bakal-jadi-mata-uang-terstabil--dipikir-dulu-gan/

No comments:

Post a Comment

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>